Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 19 November 2014

PEMANFAATAN BAHASA INDONESIA DALAM TATARAN ILMIAH,SEMI ILMIAH DAN NON ILMIAH

DEFINISI ILMIAH

Bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan: penerbitan majalah -- berkembang dng pesat; -- populer bersifat ilmu, tetapi menggunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam (tt artikel, gaya penulisan karya ilmiah);

meng·il·mi·ah·kan v menjadikan ilmiah atau bersifat ilmu; mengilmukan: ia tidak dapat hal-hal yang gaib


DEFINISI WACANA

Wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain sehingga membentuk kesatuan. Implikatur konvensional dan implikatur percakapan, konteks wacana: situasi, pembicara, pendengar, waktu, tempat, adegan, topik, peristiwa, bentuk amanat, kode, dan sarana.

  • Kohesi dan koherensi
  • Topik, tema, dan judul
  • Referensi dan inferensi
  • Skemata

A. PEMANFAATAN BAHASA INDONESIA PADA WACANA TATARAN ILMIAH

Contoh wacana :


AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah nama penyakit yang berarti sindroma dapatan penurunan kekebalan tubuh. Ada pula yang menyebutkan sebagai penyakit kurus karena penderitanya memang sangat kurus. Sebagai sindroma, gejala AIDS sangat banyak, antara lain diare lebih dari sebulan, demam lebih dari sebulan, dan menurunnya berat badan secara cepat. Dari ketiga gejala tersebut, yang terpenting adalah gejala menurunya berat badan. Tanda-tanda lain antara lain batuk lebih dari 2 minggu, pembengkalan kelenjar (di ketiak,leher,dan selangkangan), sakit kepala hebat dengan leher kaku, bengkak-bengkak cokelat tua yang cepat menyebar di kulit dan lain-lain.
AIDS disebabkan oleh virus yang hidup dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Virus ini merusak system kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mampu lagi membentengi badan dari serangan berbagai penyakit. Setelah virus ini berada di dalam tubuh, ia bisa berada di sana bertahun-tahun sebelum mulai membuat orang itu sakit. Siapa saja bisa terkena AIDS, tidak peduli umur, suku, pekerjaan, maupun orientasi seksualnya, apabila seseorang pernah berhubungan seks dengan orang yang membawa virus AIDS, disuntik/menyuntik diri dengan jarum kotor, atau memperoleh transfuse darah yang terkontaminasi virus AIDS, maka ia juga dapat terkena AIDS. Begitu pula dengan bayi yang ibunya membawa virus AIDS. Ada tiga cara penularan AIDS pada bayi yaitu ketika janin masih di dalam kandungan, pada saat dilahirkan yang penuh darah, dan melalui Air Susu Ibu. Meskipun begitu, tetap lebih baik menyusui dengan ASI daripada susu bubuk (baik karena kemungkinan tertulari AIDS secara matematis hanya 50%, maupun karena ASI mengandung banyak zat yang berguna bagi kekebalan bayi). Dari semua kasus penderita AIDS yang berhasil sembuh, ada hal-hal penting yang bisa ditarik. Pertama, memang virus HIV sebagai penyebab utama, tapi juga bergantung pada kondisi fisik dan psikis masing-masing korban. Kedua, mereka yang berhasil lolos dari maut adalah mereka yang secara sadar mengubah gaya hidupnya menjadi lebih positif.

B. PEMANFAATAN BAHASA INDONESIA PADA WACANA SEMI ILMIAH

Wacana pada Semi Ilmiah merupakan wacana yang karakteristiknya berada di antara ilmiah dan non ilmiah. Macam - macam wacana Semi Ilmiah :

Artikel, Editorial, Opini, Feuture dan Reportase. Contoh Bahasa Indonesia pada tataran semi ilmiah yaitu sebagai berikut :

Ada 9 tempat paling tercemar di dunia menurut Blacksmith Institute.

Kamis, 7 November 2013, 11:46 Ita Lismawati F. Malau


“VIVAnews - Sebuah lembaga nonprofit pemerhati lingkungan, Blacksmith Institute, membuat daftar sembilan tempat paling tercemar di dunia tahun 2013. Salah satunya adalah Kalimantan, Indonesia. 

Dikutip dari laman Livescience edisi 6 November 2013, kesembilan tempat paling tercemar itu tersebar di sejumlah negara berkembang dan daerah industrial. Berikut daftarnya:

1. Chernobyl, Ukraina
Di tempat ini terjadi bencana nuklir paling mengerikan tahun 1986. Kala itu, tempat ini 100 kali lebih beradiasi dibanding Hiroshima dan Nagasaki yang pernah dijatuhi bom nuklir.

2. Agbogbloshie, Ghana
Orang-orang di tempat ini membakar kabel dan barang elektronik lainnya untuk mendapatkan tembaga yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Namun, dalam proses pembakaran tersebut, gas-gas beracun terlepas ke udara.



3. Norilsk, Rusia
Setiap tahun, hampir 500 ton masing-masing tembaga dan nikel oksida dan 2 juta ton sulfur dioksida dilepaskan ke udara di Norilsk, Russia.

4. Nigeria Delta
Ekstraksi minyak di Nigeria Delta menciptakan ribuan tumpahan minyak dan mencemari air tanah.

5.Matanza Riachuelo, Argentina
Daerah aliran sungai (DAS) Matanza-Riachuelo tercemar berbagai zat kimia seperti seng, timah, tembaga, nikel, dan krom.

6. Kalimantan, Indonesia
Penambang-penambang di Kalimantan kerap menggunakan merkuri untuk mengekstraksi emas. Para penambang emas itu pun terpapar merkuri level tinggi.

7. Kabwe, Zimbabwe
Di daerah ini, sejumlah anak laki-laki dipekerjakan untuk menggali timbal. Dalam sebuah penelitian tahun 2006, kandungan timbal dalam darah anak-anak di tempat ini 5 sampai 10 kali melebihi ambang batas.


8. Hazaribagh, Bangladesh
Sekitar 95 persen dari 270 penyamakan resmi Bangladesh ada di kota Hazaribagh. Zat-zat kimia bersifat karsinogen seperti hexavalent chromium dipakai dalam proses penyamakan kulit. Zat ini kemudian masuk dan mencemari persediaan air.

9. Dzershinsk, Rusia
The Guinness Book of World Records 'mendaulat' Dzerzhinsk sebagai kota paling tercemar zat kimia di dunia. Sampai akhir Perang Dingin, Dzerzhinsk adalah salah satu lokasi manufaktur utama Rusia untuk senjata kimia. Antara tahun 1930 dan 1998, hampir 300.000 ton limbah kimia dibuang ke sana.”


C.PEMANFAATAN BAHASA INDONESIA PADA WACANA NON ILMIAH

Diusir di Pabrik Kapur(Anekdot)

Ketika sedang asyik melukis obyek pabrik kapur di suatu daerah, tahu-tahu seorang lelaki berbadan kekar mengendarai sepeda motor, berhenti persis di depannya.

”Sebentar, kamu tahu pabrik itu ada yang punya.”

”Ya tahu, wong langit saja juga ada yang punya kok.”

”Kamu tahu kalau menggambar itu ada ijinnya.”

”Ijin sama siapa?”

”Ya sama yang punya…”

Jengkel dengan gayanya yang mentang-mentang, Thalib langsung berdiri dan balik menggertak:

”Kamu tahu pangkatku?”

Lelaki itu menggeleng.

”Minggir,” Thalib mengibaskan tangannya, mengusir, lelaki tadi langsung pergi.

Dalam hati Thalib geli sendiri. Namun setelah itu konsentrasinya terganggu, tak bisa melukis lagi.


Daftar pustaka :

1. http://www.artikata.com/arti-330467-ilmiah.html
2. http://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Wacana
3. http://elnow.wordpress.com/2013/01/03/wacana-yang-membedakan-pemanfaatan-bahasa-indonesia-pada-tataran-ilmiah-semi-ilmiah-dan-non-ilmiah/
4. http://drahmanisa.blogspot.com/2012/10/wacana-yang-membedakan-pemanfaatan.html
5. http://pengggunaanbahasa.blogspot.com/2013/11/bahasa-indonesia-pada-tataran-ilmiah.html

0 komentar:

Posting Komentar